Jumat, 14 Desember 2012

laporan praktikum perilaku hewan


LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM
PERILAKU KUCING PADA SAAT MELIHAT BEBERAPA MANGSA




  
Oleh:
                                   Luthfi Fitri F




FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2012

A.    TUJUAN
1.      Mahasiswa dapat mengamati perilaku kucing pada saat melihat mangsa.
2.      Mahasiswa dapat menunjukkan contoh perilaku pada hewan.
B.     DASAR TEORI
a)      Pengertian Kelangsungan Hidup
Setiap makhluk hidup telah dibekali oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dengan kemampuan untuk mempertahankan hidupnya dan menjaga keturunannya supaya tetap lestari. Telah menjadi hukum alam bahwa makhluk yang lemah akan dimangsa oleh makhluk yang lebih kuat, atau yang kita kenal dengan hukum rimba. Setiap jenis makhluk hidup dapat lestari jenisnya sampai saat ini karena berasal dari makhluk hidup sebelumnya yang sejenis dapat bereproduksi dan berdaptasi dengan lingkungan. Jika makhluk yang hidup pada zaman dulu tidak mampu bertahan dalam kelangsungan hidupnya, maka jenis makhluk hidup itu akan punah seperti dinosaurus. Kelangsungan hidup organisme dipengaruhi oleh kemampuan adaptasi terhadap lingkungan, seleksi alam, dan perkembangbiakan.
b) Kucing
KucingFelis silvestris catus, adalah sejenis karnivora. Kata "kucing" biasanya merujuk kepada "kucing" yang telah dijinakkan, tetapi bisa juga merujuk kepada "kucing besar" seperti singaharimau, dan macan.
Kucing adalah hewan pemburu, mereka berevolusi dari leluhur pemburu dan telah tertanam dalam gen mereka kalau mereka pada dasarnya pemburu. Mereka berevolusi untuk bertahan hidup dengan menangkap mangsa. Karakteristik ini bisa dilihat dari bentuk fisiknya, gerakannya yang diam, pandangan malam, giginya yang tajam, kumisnya yang mendeteksi arus udara, getaran, dan benda padat semuanya merupakan karakteristik predator. Orang Mesir Kunodari 3.500 SM telah menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau  hewan  pengerat lain dari lumbung yang menyimpan hasil panen. (Siscawati..2012: 1)
Kucing peliharaan atau kucing rumah adalah salah satu predator terhebat di dunia. Kucing ini dapat membunuh atau memakan beberapa ribu spesies,kucing besar biasanya kurang dari 100. Tetapi karena ukurannya yang kecil, kucing tidak begitu berbahaya bagi manusia. Kucing menyergap dan melumpuhkan mangsa dengan cara yang mirip dengan singa dan harimau, menggigit leher mangsa dengan gigi taring yang tajam sehingga melukai saraf tulang belakang atau menyebabkan mangsa kehabisan napas dengan merusaktenggorokan.
Kucing dianggap sebagai "karnivora yang sempurna" dengan gigi dan saluran pencernaan yang khusus. Gigi premolar dan molar pertama membentuk sepasang taring di setiap sisi mulut yang bekerja efektif seperti gunting untuk merobek daging. Kucing hanya memakan daging, biasanya buruan segar. Dalam penangkaran, kucing tidak dapat diadaptasikan dengan diet vegetarian karena mereka tidak dapat mensintesis semua asam-asam amino yang mereka butuhkan hanya dengan memakan tumbuhan.
Naluri berburu merupakan sebuah hal atau kebiasaan yang bersifat alami dan mutlak dimiliki oleh setiap kucing, pada saat mereka dengan penuh kesabaran dan kewaspadaan mengejar mangsanya dan kemudian mereka bergerak mendekati mangsanya serta dengan konsentrasi penuh mengamati mangsanya sampai pada saat dan  jarak yang tepat kucing-kucing tersebut baru menerkam sasaran atau mangsanya tersebut.
Kucing cukup mampu memilih makanan, karena mereka memiliki organ pembau khusus di langit-langit mulutnya yang disebut sebagai organ vomeronasal atau organ Jacobson. Ketika organ ini terstimulasi oleh suatu jenis makanan tertentu, kucing akan menolak makanan selain makanan itu.
 Kedua mata kucing menghadap ke depan, menghasilkan persepsi jarak dan mengurangi besarnya bidang pandang. Mata kucing memiliki persepsi trikomatik yang lemah.
 Ketika cahaya yang ada terlalu sedikit untuk melihat, kucing akan menggunakan "kumis" atau misainya (vibrissae) untuk membantunya menentukan arah dan menjadi alat indera tambahan. Misai dapat mendeteksi perubahan angin yang amat kecil, membuat kucing dapat mengetahui adanya benda-benda di sekitarnya tanpa melihat, fungsi utama dari kumis kucing adalah untuk bekerja sebagai sistem pemindaian (scanning) lingkungan. Yang menarik, kucing tidak perlu menyentuh objek dengan kumis mereka untuk mendeteksi objek. Saraf di dasar kumis bahkan cukup sensitif untuk mendeteksi gerakan kecil udara yang menggetarkan kumis. Mereka begitu sensitif, kucing bahkan dapat mendeteksi gerakan udara dalam ruangan, seperti udara yang mengalir di sekitar perabotan, yang memungkinkan kucing tahu ada objek di sana, bahkan ketika keadaan sedang gelap gulita.
Kucing memiliki pendengaran yang sangat peka, lebih dari pada manusia dan anjing. Kelebihan pendengaran kucing yaitu, kucing mampu mendengar suara yang sangat pelan, tetapi juga suara sangat tinggi, yang tak dapat didengar manusia, daun telinga lebar dan dapat berputar 180 derajat ke arah sumber bunyi, kucing mampu mencari suara serangga yang berasal dari balik tembok sekalipun, kemampuan ini sangat penting bagi kucing untuk mengetahui mangsanya berada, kucing bisa membedakan suara mesin mobil, mendeteksi keunikan langkah kaki  dan bahkan memiliki preferensi yang berbeda terhadap musik.(Shahab. 2012: 1)
C.    ALAT DAN BAHAN
1.      Mangsa (tikus, burung, dan ikan)
2.      Kandang untuk tikus
3.      Sangkar burung
4.      Ember/Baskom untuk ikan
5.      Kamera

E.     TABULASI DATA
Mangsa I (Tikus)
Ø  Perilaku Kucing

Dilakukan
Keterangan
Mengamati
+
Tatapan kucing mengisyaratkan ingin menangkap tikus, langsung waspada.
Mengendus bau
+
Kucing mengendus bau tikus, pertama dari jauh makin lama makin mendekat
Mengejar
+
Saat tikus bereaksi maka kucing juga bereaksi mengikuti arah tikus berada
Berusaha menangkap
+
Kucing menggerakkan tangannya berusaha untuk meraih tikus.

Ø  Ekspresi kucing
Yang diamati
Keterangan
Telinga
Mengarah kedepan
Hidung
Mengendus-endus
Kumis
Mengarah kedepan
Mata
Membesar dari biasanya


Mangsa II (Burung)
Ø  Perilaku kucing

Dilakukan
Keterangan
Mengamati
+

Mengendus bau
+

Mengejar
+
Kucing mengikuti kemana burng mengelak terbang.
Berusaha menangkap
+
Tangan kucing bergerak-gerak berusaha menangkap burung.

Ø  Ekspresi kucing
Yang diamati
Keterangan
Telinga
Mengarah kedepan
Hidung
Mengendus-endus
Kumis
Mengarah kedepan
Mata
Membesar dari bisanya


Mangsa III (Ikan)
Ø  Perilaku kucing

Dilakukan
Keterangan
Mengamati
+
Mengamati dengan wajah penasaran.
Mengendus bau
+

Mengejar
-
Kucing tidak mengejar ikan namun berusaha menggapai ikan.
Berusaha menangkap
+
Kucing berusaha mengambil ikan di dalam air menggunakan tangannya.

Ø  Ekspresi kucing
Yang diamati
Keterangan
Telinga
Mengarah kedepan
Hidung
Mengendus-endus
Kumis
Mengarah kedepan
Mata
Membesar dari biasanya

Keterangan :
Ø  (+)  bila objek melakukan hal yang disebutkan di dalam tabel.
Ø  (-)   bila objek tidak melakukan hal yang disebutkan di dalam tabel.
F.     PEMBAHASAN
Pada percobaan “Perilaku Kucing Pada Saat Melihat Beberapa Mangsa” yang bertujuan agar mahasiswa dapat mengamati perilaku kucing pada saat melihat mangsa dan dapat menunjukkan contoh perilaku pada hewan.
Pada percobaan menggunakan mangsa pertama yaitu tikus, kucing terlihat sangat antusias saat melihat tikus, pertama yang dilakukannya adalah mengamati tikus dari kejauhan, kemudian mendekat dan mencium bau tikus yang ada di dalam kandang, saat mencium bau tikus kucing melebarkan telinganya kedepan, kucing mengarahkan kumisnya pula kedepan, dia mencondongkan kepalanya mendekati kandang.
Pada percobaan menggunakan mangsa kedua yaitu ikan, saat pertamakali ikan dipindahkan dari plastik tempat pertama beli kucing belum terlihat terlalu antusias, karena air yang digunakan untuk ikan berenang dalam ember adalah air bersih belum tercampur bau ikan, setelah beberapa lama kucing dapat mencium bau ikan dalam air karena bau ikan telah bercampur dengan air. Kucing menjadi sangat antusias untuk menangkap ikan dalam ember tersebut. Pertama yang dilakukannya adalah mengamati ikan dari dekat dengan cara naik ke atas ember, kemudian lebih mendekat dan mencium bau ikan yang ada di dalam ember, saat mencium bau ikan kucing melebarkan telinganya kedepan dan membuka matanya lebar-lebar, kucing mengarahkan kumisnya pula kedepan, dia mencondongkan kepalanya mendekati ikan di dalam ember.
. Pada percobaan menggunakan mangsa ketiga yaitu burung, kucing terlihat antusias saat melihat burung, pertama yang dilakukannya adalah mengamati burung, kemudian mendekat dan mencium bau burung yang ada di dalam kandang, saat mencium bau burung  kucing melebarkan telinganya kedepan, kucing mengarahkan kumisnya pula kedepan, dia mencondongkan kepalanya mendekati kandang. Kucing berusaha untuk lebih mendekati burung, karena burung memberontak dengan paruhnya kucingpun mengurungkan niatnya.
Menurut fakta dan teori yang ada bahwa kucing adalah hewan karnivora, hewan karnivora adalah hewan pemakan daging, sehingga wajar jika kucing memburu tikus, ikan dan burung untuk dijadikan makanannya. Pada percobaan pertama, kedua, ketiga kucing melakukan hal yang sama yaitu mengawasi mangsa dari jauh, semakin mendekat, mendeteksi mangsanya dengan kumisnya yang di condongkan kedepan, telinga kucing berdiri dan menghadap kedepan yang berguna untuk untuk mengetahui mangsanya berada, mata kucing akan semakin terbelalak dari biasanya/lebih waspada. Kucing tidak dapat melihat dalam jarak dekat dengan baik sehingga digunakan indra penciumannya dan rambut sensoris, kucing dapat dengan mudah mendeteksi dalam jarak dekat.
Antara teori dengan percobaan terdapat perbedaan menurut teori cara kucing menangkap mangsanya adalah kucing dengan penuh kesabaran dan kewaspadaan mengejar mangsanya dan kemudian mereka bergerak mendekati mangsanya serta dengan konsentrasi penuh mengamati mangsanya sampai pada saat dan  jarak yang tepat kucing-kucing tersebut baru menerkam sasaran atau mangsanya tersebut. Pada percobaan kucing mengendus mangsanya setelah dia mengamati lebih dekat, ini dikarenakan hewan yang digunakan sebagai mangsa berada dalam pengawasan atau dilindungi menyebabkan kucing tidak dapat langsung menerkam mangsanya. Dalam hal ini kucing melakukan adaptasi tingkah laku yaitu penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan mengubah tingkah laku supaya dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.
G.    KESIMPULAN
1.      Perilaku kucing pada saat melihat mangsa adalah mengawasi mangsa dari jauh, semakin mendekat, mendeteksi mangsanya dengan kumisnya yang di condongkan kedepan, telinga kucing berdiri dan menghadap kedepan, mata kucing akan semakin terbelalak dari biasanya/lebih waspada.
2.      Contoh perilaku pada hewan adalah perilaku kucing pada saat melihat beberapa mangsa.


H.    DAFTAR PUSTAKA
BerbagaiHal. 2011. Fungsi Kumis pada Kucing.
            diakses 24-11-2012).
EditorKrafty. 2011. Bila Kucing anda hobi berburu. (http://kittykrafty.com/bila-
kucing-anda-berburu/, diakses 25-11-2012).
Ruslan, Heri. 2012. Subhanallah, Inilah Rahasia Penciptaan Kucing
            subhanallah-inilah-rahasia-penciptaan-kucing, diakses 26-11-1012).
Shahab, Fairuz Hilwa. 2012. Kucing Memiliki Pendengaran yang Sangat Peka.
            yang-sangat.html, diakses 24-11-2012).
Siscawati, Evy. 2012. Perilaku Kucing Dilihat Dari Perspektif Evolusi.
            perspektif-evolusi.html, diakses 25-11-1012).
Wikipedia. 2012. Kucing. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kucing, diakses 24-11-
            2012).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar